si Orang Asing~

Saya mengenal si orang asing ini sejak sekolah dasar. Dulu saya kira dia keturunan Arab, hidungnya bangir, wajahnya seperti anak-anak Arab di sekitar saya. Kami berdua beda sekolah, tapi entah kenapa saya sering ngeliat dia, hehe jodoh kah? aihhh… Sejak kecil bahkan sebelum saya benar-benar tahu ganteng itu seperti apa, saya dan teman-teman yang bertemu dia, tahu kalau dia ganteng, hahaha silly tough of bunch of little girls at that moment. Pas SMP, ternyata kami melanjutkan ke sekolah yang sama, hanya saja selama tiga tahun berada di sekolah yang sama, kami belum pernah sekelas, baru pada saat masuk SMA (yang lagi-lagi barengan) kami sempat sekelas waktu kelas dua. Dia selalu dekat dengan teman-teman di sekitar saya, bercanda selayakanya anak-anak sekolaha bersama mereka, seru-seruan. Tapi dengan saya? Kami lebih sering hanya saling tersenyum, tidak ada kalimat-kalimat panjang atau sekedar sapaan ‘Hey, mau kemana?” atau “hey, apa kabar?”, haha.. Saya sempat berpikir, “Sombong banget orang ini atau mungkin ada yang salah dengan diri saya sehingga dia tidak berteman dengan saya saat itu, padahal diantara kami rasanya ada semacam sesuatu yang menghubungkan. Rasanya jika diingat-ingat, ada banyak hal yang menghubungkan kami ditengah situasi ‘awkward’ yang selalu tercipta tapi nggak tahu apa itu.

Menurut kebanyakan sahabat saya, dia anak dan teman yang baik. Tapi saat itu saya hanya bisa mencibir, bagaimana saya bisa menganggap dia baik kalau saya tidak tahu rasanya berteman dengan dia, di mata saya dulu, dia sombong, pilih-pilih teman dan sebagainya. Kami melewati enam tahun masa sekolah bersama-sama tanpa hubungan pertemanan yang menyenangkan, haha.. Seperti orang asing tapi selalu berada di lingkungan yang sama, berbagi senyum tetapi tidak ada kata. haha, maklum saya belum jadi anak Komunikasi, belum tahu caranya berkomunikasi yang baik dan menjaring teman yang banyak, dan belum tahu bagaimana caranya keluar dari situasi aneh dalam proses komunikasi. aih aih.😀

Tetapi siapa sangka, setelah lima tahun pasca lulus SMA  (ADUH! Kok rasanya udah tua banget yah?) saya kembali bertemu dengan si orang asing ini. Iya lima tahun, karena kuliah di dua kota yang berbeda, kami tidak pernah sempat lagi bertemu sejak lulus. Bahkan ketika mudik lebaran pun kami jarang bertemu. Satu-satunya media komunikasi kami hanya social network, dari jaman friendster sampai twitter, dari multiply sampai tumblr. Dan setelah berada di tempat yang berbeda, komunikasi kami sebagai teman baru berjalan dengan normal. Ada banyak kalimat yang dibicarakan, ada banyak candaan dan kami udah nggak sekedar cuma senyum-senyum aja satu sama lain. Hahaha, parah banget sih ya? Untuk berteman aja butuh waktu yang lamaa banget.

Semua pendapat saya tentang dia yang ada di pikiran saya sejak SD hilang seketika, dia ini totally different with what I tough he was, tapi gilanya sama sih. See? Emang ya, never judge a book by it’s cover😀 Orang asing ini memang orang yang baik dan menyenangkan seperti kata teman-teman saya, he is very humble and sweet hahaha Sampai saya bilang ke dia “Jangan terlalu baik hati, nanti dimanfaatin orang terus” saking baiknya orang ini. Dan bagian paling menyenangkan adalah ternyata dia nyambung sekali sama saya dalam banyak hal.. Hahaha, kenapa ngga dari dulu ya kami berteman baik? Allah may save the best for the last, right?

Jadi kenapa saya repot-repot cerita soal orang ini di blog saya? Hahaha, karena si orang asing ini sedikit eh banyak eh sedikit berhasil mengobati depresi saya akhir-akhir ini hahaa, mengobati dengan seru-serunya, baik hatinya dan pertemanan tulus yang dia tawarkan. Jadi saya nulis yang baik-baik tentang dia sebagai balasan walaupun tangan ni gatal pengen ngetik yang jelek-jeleknya tapi saya nggak tega hehehe..

I’m so Glad having him as a friend now, so damn glad :p

55 thoughts on “si Orang Asing~

  1. Nice posting Fiyaa! Jadi inget dulu istriku adalah orang yang paling sebel sama aku:) O iya, sesuai permintaan kamu, aku simpen satu bukuku yang nanti launching ke kamu. Nanti aku kabari lagi ya! Salam!

  2. Jangan-jangan… ini yah yang kalo ditolak bakal bikin kerusakan di muka bumi, hahahahaaaa…
    Btw, masih di jogja ga, Dek? (Muuph lama ga mampir sini jadi ga tau istuasi teraktual :D)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s